|
|
|
|
KERAJINAN |
 |
 |
|
|
Sanggar Bambu
Kursi dan meja artistik ini dibuat dari bambu oleh pengrajin di
Kota Cianjur. Kursi Bambu ini cocok untuk dipasang diruang
istirahat. Sanggar bambu ini mendapat penghargaan upakarti tahun
1992.
Lentera Gentur
Lentera Gentur dibuat dari kuningan dan bahan kaca berwarna
dengan desain yang artistik merupakan salah satu kerajinan
rakyat Cianjur yang sudah terkenal, berlokasi di Kecamatan
Warungkondang.
Keramik
Kerajinan keramik berlokasi di Kecamatan Ciranjang pada satu
sentra produksi dan satu unit usaha oleh lima orang pengrajin.
Ruangan rumah akan bertambah anggun dan artistik bila kerajinan
ini dipasang secara serasi.
Miniatur Kecapi
Kerajinan Miniatur Kecapi terbuat dari logam atau kayu yang
dibuat sesuai dengan aslinya.Alat musik ini biasa digunakan
untuk mengiringi tembang Cianjuran termasuk berbagai jenis lagu
sunda lainnya.
Sangkar Burung
Sangkar Burung, satu kerajinan yang bernilai ekonomis produktif
berlokasi di Kecamatan Karangtengah. Kerajinan Sangkar Burung
telah mendapat penghargaan Nasional Upakarti tahun 1994.
Tenun Ikat Sutera Alam
Industri Sutera Alam di Kabupaten Garut ada sejak tahun 1961
dipelajari oleh Bapak H. Aman Sahuri (Almarhum). Industri Sutera
Alam dapat berkembang karena beberapa faktor yaitu :
Beberapa alat tenun mesin (ATM) dapat dibuat sendiri;
Pembudidayaan ulat sutera cukup mendukung
Aneka Kerajinan Kulit
Yang termasuk aneka kerajinan kulit adalah semua bentuk olahan
dari bahan kulit selain pakaian jadi khususnya jaket kulit.
Pembedaan ini berdasarkan pada pendataan yang juga dibedakan
oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Garut sebagai
sumber data utama. Dalam kenyataannya memang patut diakui bahwa
popularitas jaket kulit Garut lebih menonjol dibandingkan dengan
komoditas kerajinan kulit lainnya. Salah satu penyebabnya adalah
suplayer untuk jaket kulit yang dapat memenuhi permintaan lebih
sedikit dibanding suplayer sepatu, ikat pinggang, sarung tangan,
dompet, dll.
Meskipun demikian, gairah untuk terus meningkatkan kualitas dan
kapasitas produksi terus ditingkatkan, sejalan dengan
peningkatan daya beli dan trend masyarakat. Salah satu catatan
yang diperoleh tentang jumlah kapasitas produksi kerajinan kulit
per tahun adalah : sarung tangan sebanyak 168.000 pasang, dompet
sebanyak 31.500 buah, serta sepatu dan sandal sebanyak 135.000
pasang. Berikut adalah potensi usaha kerajinan kulit di tahun
2003:
Kerajinan Akarwangi
Sebagai salah satu nominatif penghasil akar wangi terbesar dunia
(lihat Produk Khas - Minyak Akar Wangi), masyarakat Kabupaten
Garut telah mengupayakan pemanfaatan maksimal dari potensi
sumber daya alam yang dimilikinya dengan cara membuat kerajinan
berbahan akar wangi dalam wujud hiasan dinding, taplak meja, vas
bunga, tempat lilin, dll.
Permintaan terhadap kerjainan akar wangi dari Kabupaten Garut
terus meningkat baik di tingkat lokal maupun internasional.
Setidaknya terlihat dalam sektor perdagangan ekspor yang
dilaporkan Disperindag Kabupaten Garut bahwa volume kerajinan
akar wangi tahun 2003 meningkat sebanyak 850% dibanding tahun
sebelumnya yakni sebanyak 900 kg dengan harga 9.766,00 US$.
Kerajinan Bambu
Industri ini berada di sentra-sentra yang tumbuh secara alamiah
turun temurun dengan keterampilan dan keahlian yang berasal dari
generasi sebelumnya. Industri ini secara alamiah dapat
berkembang karena beberapa faktor :
Tersedianya bambu dihampir semua wilayah Kabupaten Garut;
Hasil Anyaman Bambu ini diperlukan oleh masyarakat luas untuk
peralatan rumah tangga.
Ketersediaan bambu di Garut pada tahun 2003 cukup besar.
Tercatat luas kebun bambu sebesar 323,10 Ha dengan hasil sebesar
726.492,00 ton. Produk Anyaman Bambu ini masih terbatas pada
fungsi/kegunaan saja, sedangkan variasi produk anyaman ini masih
sangat dimungkinkan dalam rangka peningkatan kualitas sekaligus
peningkatan pendapatan para perajinnya
Batu Aji
Caringin merupakan daerah penggalian batu aji. Berbagai jenis
batu akik dapat dipesan seperti Liontin batu untuk cincin,
giwang dan lain-lain dengan polesan yang sangat rapih. Jenis
yang sangat popular adalah yang berwarna hijau muda.
Jenisnya sangat beragam seperti krisopras - Jamrud Garut, native
copper (Batu Urat Tembaga), agat, kuarsa/kalsedon (kecubung),
kriskola, jaspir, fosil kayu terkersikkan, dan lain-lain.
Peluang ekspor ke mancanegara cukup cerah dimana krisopras bisa
mencapai harga US$ 300/kg. dan fosil kayu pancawarna US$ 25/kg.
Aneka Kerajinan Bulu Unggas
Perajin Bulu Unggas memproduksi berbagai aksesoris diantaranya
dasi ,bross dan yang lainnya . Bahan bakunya dari bulu unggas
yang di bentuk dengan desain dan corak yang unik. Lokasinya di
Kec. Leles, jarak tempuh dari kota Garut kira-kira 15 km.
Wisatawan yang berkunjung ke Situ dan Candi Cangkuang yang juga
terletak Kecamatan di Leles dapat mempertimbangkan kerajinan
unik ini sebagai salah satu pilihan cinderamata untuk dibawa
pulang ke daerah asalnya.
Dengan populasi jumlah unggas di Kabupaten Garut sebanyak
1.887.740 ekor, tentu saja bahan baku kerajinan ini tidaklah
sulit didapat. Upaya penggiatan usaha ini adalah pembinaan
pengolahannya untuk meningkatkan kreativitas, inovasi, dan
promosi untuk memperluas pangsa pasar |
|
|
|
|